Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 22:33 WIB
Ketika KPK Menggelar Nobar...
Hindra Liu | made | Senin, 23 November 2009 | 20:25 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pandangan Wakil Ketua KPK (nonaktif), Chandra M Hamzah, puluhan pekerja media, serta sejumlah kuasa hukum Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah, Senin (23/11) malam, tertuju pada sebuah layar televisi yang terletak di sebuah ruangan berpendingin. Makanan ringan dan minuman ala kadarnya tersedia di sudut ruangan.

Sekilas pemandangan ini mirip dengan acara nonton sepak bola bareng yang kerap berlangsung di kafe-kafe. Namun, jangan salah. Mereka tidak tengah menonton sebuah pertandingan olahraga. Sebaliknya, mereka tengah bersama-sama mendengarkan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait hasil rekomendasi Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, atau Tim Delapan.

Sesekali kening Chandra tampak berkerut-kerut menyimak pidato Presiden. Namun, di lain waktu, senyum lebar mengembang di wajahnya. Entah apa maksud dari kerutan dan senyuman tersebut. Tidak jarang juga Chandra, yang mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan dasi motif berwarna merah, tampak berbisik-bisik dengan beberapa anggota kuasa hukumnya yang sibuk mencatat poin-poin pidato Presiden.

Para pekerja media dan masyarakat pun tak kalah responsif menanggapi pidato Presiden. Misalnya, ketika Presiden mengatakan, kabar yang menyebutkan bahwa aliran dana Bank Century digunakan untuk dana kampanye Partai Demokrat. "Sungguh fitnah yang kejam," tukas Presiden.

"Huu," pekik para peserta acara nonton bareng serentak tanpa aba-aba. Kendati Presiden tengah menentukan nasib dirinya, Chandra tampak rileks. Berkali-kali Chandra melemparkan senyum kepada kerumunan wartawan dan juru foto.

Acara nonton bareng ini tidak hanya berlangsung di Gedung KPK. Di kantor Imparsial, Jakarta, acara nonton bareng juga berlangsung dan dipadati aktivis lembaga swadaya masyarakat.