
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali membuat kejutan kegiatan sebelum menggelar pidato di Istana Merdeka, Senin (23/11) malam. Setelah memanggil mendadak Wakil Ketua KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, sekitar pukul 16.00, Presiden mengundang pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan.
Berbeda lokasi, pertemuan Presiden SBY dengan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta. Kehadiran Hadi beserta anggota BPK ini untuk menyerahkan hasil laporan audit investigasi BPK tentang kasus Bank Century yang baru saja dibeberkan di hadapan DPR RI. "Memang ini mau disampaikan ke Presiden," kata Hadi Poernomo sebelum bertemu SBY.
Tak ingin membeberkan lebih mendalam, Hadi pun meminta wartawan membaca terlebih dulu hasil laporan audit investigasi tentang kasus Bank Century. "Baca saja dulu. Saya tidak hapal," ujarnya.
Dokumen hasil laporan audit investigasi BPK tentang kasus Bank Century yang bakal diberikan ke SBY setebal 176 halaman. Dokumen inilah yang menunjukkan ada kejanggalan dalam penyaluran dana talangan terhadap Bank Century.
Jaksa Agung Hendarman Supandji pada kesempatan yang sama enggan menjelaskan perihal kasus Bank Century. "Ini jadwalnya penyerahan hasil laporan Bank Century," sergahnya.
Turut mengikuti pertemuan ini, antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, dan Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri.