Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:04 WIB
Pemko Medan Dituding Jerumuskan PKL ke Jurang Kemiskinan
IGN sawabi | Abi | Senin, 23 November 2009 | 13:14 WIB
|
Share:

Rita Ayuningtyas
Ilustrasi penertiban PKL

MEDAN, KOMPAS.com - Ratusan PKL korban penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kota Medan terancam menjadi pengangguran karena tidak memiliki pekerjaan lagi. Pernyataan tersebut disampaikan para pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima Jalan Sutomo (PPKLJS) saat melakukan unjuk rasa minta Pemerintah Kota Medan mengembalikan tempat berdagang mereka, Senin.
    
Koordinator pengunjuk rasa, Abraham Tarigan mengatakan, penggusuran yang dilakukan Pemko Medan terhadap ratusan pedagang di kota itu telah menjerat mereka ke dalam kemiskinan. Tidak sedikit dari mereka, saat ini tidak memiliki pekerjaan akibat penggusuran tersebut.

"Kami tidak tahu bagaimana lagi mencari pekerjaan selain berdagang, sementara lapangan pekerjaan di kota ini juga semakin sempit," katanya.
    
Para pedagang juga menilai mereka hanya dimanfaatkan para penguasa dan calon pemimpin saat melakukan kampanye, namun disaat menjabat tidak memikirkan hak masyarakat khususnya para pedagang. "Pemko tidak memihak kepada masyarakat kecil, padahal kami sejak berpuluh-puluh tahun telah tinggal di kota ini dan telah memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk menyalurkan kebutuhan sehari-hari," katanya.
    
Anita (40) salah seorang petani sayur dari Kota Brastagi, Sumut, saat mengikuti unjuk rasa tersebut mengungkapkan, omset penjualan sayuran sejak dua bulan terakhir berkurang drastis, akibat penggusuran yang dilakukan Pemko. "Bagaimana mau mendapatkan untung, kalau tempat untuk menjual sayur digusur, sementara anak-anak kami juga butuh makan dan mendapatkan pendidikan," katanya.
    
Unjuk rasa tersebut juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Universitas Sumatera Utara (USU).

Sumber :
ANT