
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Tim Delapan Amir Syamsuddin mengaku terkejut dengan pernyataan Menkominfo Tifatul Sembiring yang bicara tentang arah sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap rekomendasi Tim Delapan yang harusnya diumumkan Senin malam (23/11) nanti.
Menurut Amir, sebagai pejabat negara, Tifatul tak berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Apalagi cuma didasarkan pada kesimpulan pribadi berdasarkan bahasa tubuh Presiden. "Pejabat itu harusnya berhati-hati kalau bicara, jangan buat kontroversi di tengah masyarakat. Apalagi caranya melalui menebak-nebak begitu. Jangan justru meresahkan masyarakat," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu malam (22/11).
Amir juga mempertanyakan kapasitas Tifatul dalam menyampaikan pernyataan itu. Menurutnya, mandat yang dipegangnya sebagai Menkominfo bukan dalam posisi tepat untuk menyampaikan sikap Presiden. Kalaupun Presiden mewakilkan, jubir Presiden atau staf ahli yang berhak menyampaikannya.
Dengan pernyataan Tifatul, Amir khawatir masyarakat justru menganggap pernyataan sebagai sikap resmi Presiden SBY. Pasalnya, Amir melihat saat ini masyarakat sedang dalam kondisi sensitif dan 'harap-harap cemas' terhadap sikap Presiden.
"Harusnya dia sebagai pembantu Presiden pandai-pandai. Kok bisa menilai sendiri. Menkominfo itu sebagai jubir atau bagaimana? Jangan suka iseng," ungkap politisi Demokrat ini. "Sangat sensitif begini, orang enggak bisa sembarangan bicara," tandasnya kemudian.