YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Down counter atau papan digital penghitung mundur di banyak perempatan Kota Yogyakarta, sia-sia. Pengendara hanya menaati sebatas penanda kapan lampu merah dan hijau akan menyala. Padahal papan digital itu juga agar masyarakat hemat bahan bakar.
Papan yang biasanya diletakkan di dekat lampu lalu lintas ini, terdapat di 40 persimpangan dari total 60 persimpangan di Kota Yogyakarta. Pertama kali, down counter dipasang awal 2007 lalu di Perempatan Pingit. Adanya alat ini membantu pengendara memprediksi waktu kapan lampu hijau dan merah akan menyala.
Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta sudah memasang papan digital imbauan, walau baru di satu titik yakni di Pingit, agar pengendara mematikan mesin jika lampu hijau masih lama menyalanya. Dengan asumsi pengendara pasti pernah melintas di Pingit, harapannya, papan bertuliskan "Hemat BBM Matikan Mesin Sampai Detik 20" tersebut, juga ditaati pengendara saat berhenti persimpangan lain.
Jangankan di persimpangan lain, di Pingit saja yang menjadi percontohan, hanya segelintir pengendara yang mau mematikan mesin. "Karenanya, papan digital seperti di Pingit akan coba kami pasang di beberapa titik lain," ujar Windarto Kuswandono, Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Minggu (22/11).
Pihaknya pernah memantau beberapa kali di sejumlah persimpangan. Hasilnya, hanya tiga persen pengendara yang mau mematikan mesin dan menaati (menyalakan mesin 20 detik sebelum lampu hijau menyala). Di Pingit, lampu merah menyala hampir dua menit.
Dari pemantuan Kompas di Pingit beberapa kali, memang hanya satu-dua pengendara dari puluhan pengendara yang mau mematikan mesin. Kondisi serupa juga terlihat di Perempatan Gondomanan yang nyala lampu merahnya 90 menit. Bahkan juga terlihat di Perempatan Jombor, Sleman, yang lampu merahnya menyala satu menit.
Yulia (24), karyawan swasta yang tiap hari melintas lewat Pingit mengatakan, ia sudah mencoba menyalakan mesin saat lampu hijau tinggal lima detik lagi. "Sebenarnya bisa hemat BBM, daripada menggeber mesin hampir dua menit," ujar warga Mlati, Sleman ini.
Pengguna jalan lain, Wawan (35), mengaku kadang lupa mematikan mesin. "Sepertinya kalau berhenti saat lampu merah sementara lampu hijau masih lama menyalanya, tangan saya kok belum bisa otomatis memutar kunci untuk mematikan mesin," ujar Wawan.