Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 04:01 WIB
Pengusung Angket Berharap Audit BPK Tidak "Dipoles"
Aryo Wisanggeni G | Glo | Minggu, 22 November 2009 | 14:27 WIB
|
Share:

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Aktivis menyajikan aksi teaterikal di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/11). Mereka menuntut pemerintah segera mengusut tuntas kasus Bank Century.

TERKAIT:

MAKASSAR, KOMPAS.com — Pengusung hak angket kasus bailout dana Rp 6,7 triliun untuk Bank Century, Akbar Faisal, berharap Badan Pemeriksa Keuangan tidak memoles-moles hasil audit bailout Century untuk menyelamatkan orang tertentu.

Hal itu disampaikan Akbar dalam diskusi kasus pemanggilan redaksi harian Kompas dan Seputar Indonesia yang berlangsung di Makassar, Minggu (22/11). Ia menyatakan sudah memegang hasil audit sementara BPK, dan berharap hasil audit yang diserahkan kepada DPR pada Senin konsisten.  

"Ada kejanggalan dari proses audit, yaitu diundur-undurnya penyampaian hasil audit kepada DPR. Kami berharap pengunduran itu bukan karena Badan Pemeriksa Keuangan sedang memoles hasil audit itu. Kami sudah memegang hasil audit sementara kasus itu, dan kami akan memastikan hasil audit yang diserahkan pada Senin konsisten dengan hasil audit yang ada di tangan kami," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hati Nurani Rakyat itu.

Ia menolak mengumumkan isi hasil audit BPK yang dimilikinya. Namun, ia mengesankan, hasil audit BPK akan mencantumkan kesalahan prosedur pencairan dana bailout. Menurutnya, jika hasil audit yang disampaikan BKP konsisten dengan hasil audit yang ada ditangannya, berarti akan ada tiga orang yang akan sulit tidur. "Itu orang-orang yang rapat pada sebuah subuh untuk memutuskan pencairan bailout Bank Century," kata Akbar.  

Akbar menyatakan, jika hasil audit berbeda dengan dokumen hasil audit yang ada di tangannya, dia akan memerkarakannya. "Kalau sampai beda, kami harus membongkar apa skenario di balik semua itu," kata Akbar.