JAKARTA, KOMPAS.com — Konflik KPK dan Polri tampaknya menjadi momentum untuk menyosialisasikan antikorupsi sebagai budaya baru. Dengan dukungan pemberitaan media, dalam waktu singkat isu antikorupsi sudah sampai kepada anak-anak.
Millah (12) yang masih berseragam sekolah dengan tekun menuliskan pesan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di atas punggung Dawi, temannya. "Pak SBY, tolong bantu rakyat yang kurang mampu karena banyak pengemis di jalan yang meminta-minta uang," tulis Millah dalam aksi antikorupsi yang diselenggarakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (22/11) pagi.
Kemudian, Millah bersama Dawi menempelkan harapannya itu di "pohon harapan". Menurut perempuan yang bersekolah di SMP Sumpah Pemuda kelas I itu, masih banyaknya orang miskin karena korupsi terus merajalela. "Korupsi itu mengambil uang orang lain. Saya tidak setuju dengan korupsi," ujarnya.
Dukungan kepada Presiden juga diberikan oleh Nabila (9). Dengan tenangnya, murid SD kelas IV ini menempelkan secarik kertas putih di pohon harapan. "Korupsi dihentikan, jangan ada lagi," tulisnya.
Beberapa harapan lain yang ditempelkan di pohon itu adalah "Pak SBY, yang dilanjutkan bukan korupsi", "Wahai para pemimpin, tanggung jawabmu di dunia dan akhirat", "Keadilan di Indonesia masih bisa dibeli, berbahaya", dan ada juga yang sangat keras, "Gantung saja Anggodo di sini".
Selain itu, harapan masyarakat yang kebetulan sedang menghabiskan waktu akhir pekan sambil berolahraga ringan menuliskan harapannya di kain dengan panjang 30 meter dan lebar 1 meter sebanyak dua buah.
Berikut beberapa tulisan mereka, "Yang baru tertangkap hanya buntut cicak. Kepala sama badannya belum. Terus berjuang untuk menuntaskan kasus Century. Berjuang cicak," tulis FPMJ. "Pulangkan buaya pada habitatnya," Riezky Delastama.
Dan, dari tanpa identitas menuliskan, "Katakan yang benar walaupun penuh risiko, habiskan korupsi." Semua harapan masyarakat ini, menurut Mirza Ahmad, anggota Kompak, akan dikumpulkan dan disampaikan kepada Presiden. "Besok pagi akan kami kirim," ucap Mirza.