JAKARTA, KOMPAs.com - Sejumlah aktivis, seniman, pelajar, dan mahasiswa mengadakan pergelaran seni guna mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberantas korupsi di depan Kantor KPK, Jakarta, Sabtu (21/11) malam.
Pentas seni tersebut menghadirkan hiburan wayang kulit dengan dalang budayawan kondang Sujiwo Tejo. Selain itu, nyanyian marawis, pembacaan puisi, aksi teater, serta orasi dari sejumlah aktivis juga meramaikan pergelaran seni ini di malam minggu itu.
Turut hadir perwakilan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan seniman Ratna Sarumpaet.
Dalam aksi dalangnya, Sujiwo sempat mengkritik carut marut penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang terkesan tidak tegas dalam mengambil sikap adalah gambaran dari masyarakatnya sendiri. "Jadi, jangan salahkan pimpinannya. Karena itu gambaran dari masyarakatnya juga yang tidak tegas. Yang salah kita, masyarakatnya," kata Sujiwo sembari memperagakan gaya kewanitaan di depan ratusan penonton.
Penonton tidak hanya warga Jakarta, belasan perwakilan mahasiswa dari Makkasar dan Surabaya juga turut hadir.
Sujiwo juga menghimbau masyarakat untuk tetap mendukung pemberantasan korupsi di saat penegakan hukum seperti saat ini. "Momen itu pasti datang," ujarnya.
Ia juga meminta para masyarakat yang menggelar aksi demo tetap menjaga aksinya dengan damai dan santai. Jika tidak, maka tujuan demo itu sendiri tak akan berhasil. "Berjuang, tapi tetap santai. Berdemolah, tapi tetap pacaran. Karena, kalau demo tanpa cinta nggak akan berhasil," ujar Sujiwo yang disambut tawa oleh para penonton.
Bahkan, seorang pelajar SMP yang membacakan sebuah puisi mengimbau masyarakat agar berani melawan kepada siapa saja yang menghadang upaya pemberantasan korupsi. "Jangan takut. Habisi semua koruptor," ujarnya tegas. (Persda Network/Coz)

