JAKARTA, KOMPAS.com — Derasnya hujan yang mengguyur Jakarta siang ini rupanya menyurutkan semangat demonstran yang mendukung Polri di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (19/11).
Sekitar pukul 13.00, massa pendukung Polri ini berdatangan ke kawasan Bundaran HI. Baru sekitar 15 menit melakukan aksi dan berorasi, mereka langsung disambut guyuran hujan. Tak pelak mereka pun tunggang langgang mencari tempat berteduh. Sebagian besar kembali ke metromini yang mereka sewa.
Massa pendukung Polri ini menyatakan diri sebagai mahasiswa. Mereka menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Jakarta Antikorupsi. Jaket almamater yang mereka kenakan pun berwarna-warni, menunjukkan mereka berasal dari kampus yang berbeda-beda. Entah kampus mana.
Dalam orasinya yang berlangsung singkat, mereka terdengar menyerukan kepada pemerintah untuk segera membubarkan Tim Delapan. Tak hanya itu, mereka juga meminta Polri untuk segera mengusut secara hukum anggota Tim Delapan. Mereka menilai, Tim Delapan telah berlaku tidak independen dan memancing opini publik untuk mendiskreditkan Polri.
"Siapa sih sebenarnya mereka, kok berani-beraninya mengintervensi hukum. Kami yakin mereka pun tidak bersih dari tindakan korupsi. Hidup Polri," ungkap salah satu orator dari atas mimbar.
Sementara itu, orator lainnya juga mengungkapkan kekesalannya pada aksi Tim Delapan. Ia bahkan menyebut Ketua Tim Delapan Adnan Buyung Nasution perlu diseret ke meja hijau. Ia mengatakan, salah satu putra Adnan juga melakukan korupsi. "Dia ikut terlibat korupsi, maka dia juga harus diseret ke pengadilan," katanya yang langsung disambut riuh para peserta aksi.
Sayang, aksi ini tak berlangsung lama. Para peserta aksi ini lebih memilih mencari tempat berteduh ketimbang melanjutkan aksi. Para koodinator aksi pun bukannya tak mengajak massa untuk tetap bertahan.
"Mari kawan-kawan kita buktikan bahwa kita akan terus melawan tindakan-tindakan yang mengintervensi hukum. Kita lanjutkan aksi kita dibawah guyuran hujan," teriak sang orator.
Namun, gayung tak bersambut. Ajakan si orator tak digubris peserta aksi. Tak lama, semua demonstran pun meninggalkan kawasan Bundaran HI yang macet diterpa hujan.
