Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:57 WIB
Chaerul: Saya Ditawari Antasari Jadi Stafnya
Frans Agung Setiawan | Glo | Kamis, 19 November 2009 | 12:59 WIB
|
Share:

KOMPAS/DANU KUSWORO
Polisi melalui Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna merilis bukti rekaman pemeriksaan Antasari Azhar dan Wiliardi Wizard di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/11).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Chaerul Anwar ternyata pernah ditawari mantan Ketua KPK Antasari Azhar untuk menjadi stafnya.

"Saat itu beliau (Antasari) mengatakan pada saya kalau kamu sudah selesai jadi Kapolres kamu bisa jadi staf KPK," ujar Chaerul mengenang kata-kata Antasari dalam kesaksiannya dalam sidang Sigid Haryo Wibisono di PN Jakarta Selatan, Kamis (19/11).

Penawaran tersebut terjadi di rumah Sigid. Seperti diketahui, Chaerul ditugaskan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri untuk menyelidiki teror kepada Antasari yang diduga dilakukan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen dan istrinya Rani Juliani.

Namun, Chaerul enggan mengatakan bahwa tawaran itu sebagai pelancar tugasnya untuk menyelidiki peneror Antasari. "Itu bukan bargaining, cuman karena saya sekolah makanya tidak jadi. Saya berysukur itu bukan ambisi saya," ujarnya.

Terhadap kesaksian Chaerul itu, jaksa menilai ini sebagai fakta baru. Namun, mereka akan menganalisisnya apakah ini relevan atau tidak dalam kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Sigid. "Sejauh mana dengan pembuktian kita akan analisis. Kalau relevan kita pakai, kalau tidak kita buang," kata jaksa Raharja.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa penawaran itu sah-sah saja. Karena lembaga KPK ini terdiri dari beberapa instansi yang terdiri dari kepolisian, kejaksaan, dan BPKP. "Sepanjang itu memenuhi syarat, ya sah-sah saja," kata Raharja.