JAKARTA, KOMPAS.com — Pengumpulan dana untuk membantu pembangunan sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Padang, Sumatera Barat, dilakukan dengan cara yang unik oleh lembaga kursus bahasa Inggris Wall Street Institute.
Beragam kegiatan pengumpulan dana tersebut akan dilakukan dengan melibatkan siswa, guru, dan masyarakat umum dalam acara puncak di City Walk, Jakarta, Kamis (19/11).
Christoper Rodado dari Wall Street Institute di Jakarta, Rabu (18/11), mengatakan, sumbangan untuk membangun kembali sekolah di Padang, Sumatera Barat, oleh lembaga kursus bahasa Inggris itu dilakukan dengan menggelar event pengumpulan dana yang bertajuk "Lending a Hand for Padang's Tomorrow".
"Cara itu untuk membangunkan kesadaran bahwa kita harus bersama-sama membantu, baik sebagai individu, organisasi, atau perusahaan. Kita ingin melihat anak-anak yang sekolahnya rusak bisa kembali menikmati belajar di sekolah yang baru dan nyaman," kata Christoper.
Acara pengumpulan dana dengan mengetengahkan berbagai pertunjukan menarik digelar di Tribeca Club, Lantai 2, City Walk, dan Sudirman Park, Jakarta, pada Kamis (19/11) mulai pukul 20.00. Pengunjung dimintai donasi tiket minimal Rp 100.000 yang nantinya diserahkan sebagai bagian dari pengumpulan dana untuk membangun sekolah di Padang.
Menurut Christoper, pengumpulan dana tersebut bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia. Adapun untuk membangun sekolah-sekolah tersebut dibutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar.
Acara-acara unik dalam pengumpulan dana itu, misalnya, mencukur kepala sang guru. Orang yang bersedia memberi donasi yang telah ditetapkan bisa mencukur kepala sang guru. Dana tersebut nantinya diperhitungkan sebagai hasil pengumpulan dana.