Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:53 WIB
Survei: Rakyat Masih Butuh dan Percaya Polisi
Laksono Hari Wiwoho | acandra | Rabu, 18 November 2009 | 14:26 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus hukum yang melibatkan Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata tak mengurangi rasa kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum tersebut. Masyarakat diyakini masih tetap memerlukan peran serta kepolisian dalam penegakan hukum di Indonesia.

Hal tersebut tecermin dari survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) tentang Persepsi Publik terhadap Perseteruan Polri Vs KPK yang dilakukan 14-17 November 2009.

Dari 1.250 responden yang tersebar di 300 kelurahan/desa di 33 provinsi di Indonesia, sebanyak 69,20 persen di antaranya menyatakan masih membutuhkan peran kepolisian. Sebanyak 27,20 persen lainnya menjawab biasa saja, sementara 3,60 persen sisanya tak menjawab.

"Survei ini kami lakukan bukan untuk memengaruhi pengambil keputusan, tapi memberi masukan kepada pengambil keputusan," kata Direktur Eksekutif Puskatis Husni Yazid dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/11).

"Masyarakat itu masih membutuhkan institusi ini, baik kepolisian maupun KPK. Marilah kita, stakeholder dan masyarakat menyelamatkan institusi ini," tambahnya.

Selain itu, Puskaptis juga mendapatkan fakta bahwa masyarakat tidak terpengaruh oleh konflik antara Polri dan KPK belakangan ini. Itu tecermin dari 55,84 persen dukungan publik terhadap penyelesaian kasus "Cicak vs Buaya" melalui jalur hukum.

Mereka berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetap menjaga komitmennya untuk menegakkan supremasi hukum. Adapun 40,40 persen lainnya meminta agar kasus tersebut dihentikan, antara lain karena tidak adanya bukti yang kuat untuk melanjutkan perkara.

Hanya 3,76 persen yang tak menjawab pertanyaan ini. Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri itu juga tampak dari tingkat kepuasan rakyat terhadap kinerja Polri dalam memberantas terorisme.

Dalam hal ini, 82,40 persen responden mengaku puas atas upaya Polri memberantas terorisme di tanah air. Hanya 16,24 persen yang tidak puas atas kinerja antiteror dari aparat, sementara 1,36 persen lainnya tak tahu atau tak menjawab.

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Polri juga terlihat dari upaya aparat memberantas korupsi (68,96 persen puas), memerangi narkoba (65,20 persen puas), dan mengatasi kriminalitas (62,80 persen puas).

Survei Puskaptis ini dilakukan dengan teknik multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar +/- 2 persen. Pertanyaan dalam bentuk kuesioner disampaikan langsung dalam wawancara tatap muka dengan responden.