Dalam keterangan pers para komandan pasukan pengamanan haji, seperti dikutip kantor berita Saudi Press Agency, dijelaskan persiapan-persiapan pengamanan yang telah dilakukan, baik di tempat umum maupun di sekitar Masjidil Haram yang menjadi pusat kegiatan jemaah haji dari sejumlah negara. Pada hari yang sama, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz saat memimpin rapat kabinet mingguan menyampaikan ucapan selamat datang kepada jemaah haji yang sudah memasuki Tanah Suci. Dalam kesempatan itu, Raja juga memerintahkan semua lembaga yang menangani haji memberikan semua pelayanan bagi jemaah haji. Pelayanan transportasi jemaah haji dari pemondokan ke Masjidil Haram di Mekkah dinilai masih kurang optimal. Mayoritas jemaah tidak mengetahui jadwal keberangkatan, baik dari pemondokan maupun dari Masjidil Haram. Penilaian itu dikemukakan anggota Komisi VIII DPR, M Arwani Thomafi, Selasa. Menurut dia, jadwal keberangkatan bus dari pemondokan kurang tersosialisasi. Hal itu terbukti dengan banyaknya jemaah yang tidak tahu jadwal keberangkatan bus. ”Sosialisasinya memang kurang. Jam berapa bus itu akan berangkat tidak jelas. Jemaah itu, asal ada bus berbendera Indonesia ya distop begitu saja,” kata politisi asal Partai Persatuan Pembangunan itu. Selain itu, banyak jemaah haji yang berjalan jauh menuju tempat pemberhentian bus. Pasalnya, sebagian pemondokan berjarak 400 meter hingga 700 meter dari tempat pemberhentian bus. Karena itu, Komisi VIII DPR meminta Departemen Agama mengevaluasi pelayanan transportasi haji. Sementara itu, Siti Jafroh (64), anggota jemaah haji kelompok terbang 69 embarkasi Adisumarmo Surakarta, Jawa Tengah, asal Kabupaten Bantul, meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Dr Moewardi, Solo, Senin lalu. Siti Jafroh terkena serangan jantung di Asrama Haji Donohudan, beberapa jam menjelang pemberangkatan.
