Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:29 WIB
Koalisi Pemerintahan Jangan Gusar dengan Angket Century
Inggried Dwi Wedhaswary | Glo | Senin, 16 November 2009 | 14:12 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani menyatakan optimistis hak angket Bank Century akan disetujui di paripurna meskipun fraksi yang solid mendukung hanya Fraksi Gerindra, PDI Perjuangan, dan Hanura. Selebihnya, yang merupakan fraksi koalisi pemerintah, hanya menyatakan dukungan melalui segelintir anggotanya.

Muzani mengatakan, fraksi koalisi pemerintahan seharusnya tak memiliki kekhawatiran berlebihan atas hak angket Century. "Ini untuk kebaikan pemerintahan. Koalisi pemerintahan enggak perlu gusar. Hak angket ini wajar-wajar saja. Kami hanya mempertanyakan hal-hal yang janggal dalam pengucuran dana triliunan itu. Enteng-enteng saja, tidak boleh ditanggapi berlebihan," ujar Muzani, Senin (16/11) di Gedung DPR, Jakarta.

Kasus Century dinilai sebagai skandal terbesar pascareformasi. Persoalan ini, menurutnya, harus dijernihkan oleh pemerintahan SBY-Boediono yang selalu mengampanyekan antikorupsi dan pemerintahan bersih.

"Hal ini penting untuk dijernihkan pemerintahan saat ini. Tidak baik pada awal pemerintahan sudah diganggu dengan syak wasangka. Apalagi, upaya menciptakan pemerintahan yang bersih selalu didengungkan SBY. Kemenangan SBY juga ditunjang oleh image pemberantasan korupsi. Sekarang saatnya untuk buktikan janji-janjinya," papar Muzani, anggota Komisi I DPR.

Meski masih ditentukan di paripurna, ia optimistis dengan apa yang diusung fraksinya. "Kami sadar ada risiko kandas dan kalah ditengah jalan. Barigade di DPR macam-macam, tapi kami sudah pikirkan itu," ujarnya.