JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pertahanan (Komisi I) DPR menggelar rapat kerja tertutup dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Senin (16/11). Rapat itu dihadiri oleh Kepala BIN Sutanto. Anggota Komisi I DPR, Ahmad Muzani, mengatakan, materi yang dibahas salah satunya adalah perseteruan KPK dan Polri dan potensi gangguan terhadap keamanan.
"Rapat dengan BIN terkait isu cicak buaya dan potensi yang bisa ganggu kemananan, serta potensi lainnya," kata Muzani di sela-sela rapat kerja, Senin di Gedung DPR, Jakarta. Sejauh ini, jawaban Kepala BIN dinilainya masih normatif. "Belum ada penajaman, tapi menurut Kepala BIN masih ada ego lembaga," ungkapnya.
Menurut Muzani, menajamnya konflik KPK-Polri dan Kejaksaan memang tak bisa dilepaskan dari kuatnya ego masing-masing lembaga. Ketiga institusi penegakan hukum itu terkesan "memperebutkan" lahan yang sama, yaitu pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, dalam pandangan dia, ada persoalan penataan kelembagaan yang harus segera dilakukan.
"Sama halnya dengan terorisme, polisi, kejaksaan, BIN, punya tugas yang sama juga. Ini harus dibenahi dan ditata ulang. Presiden harus turun tangan, kalau tidak, bahaya," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra ini.
Salah satu pertanyaan yang diajukan anggota Komisi adalah kemungkinan adanya dalang di balik perseteruan ini. Hingga berita ini diturunkan rapat masih berlangsung secara tertutup.

