Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:27 WIB
Demokrat: Jangan Politisir Century
| msh | Sabtu, 14 November 2009 | 22:33 WIB
|
Share:

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie (kiri) menerima dokumen berisi tanda tangan 139 anggota DPR yang mengajukan usulan hak angket atas pengusutan kasus Bank Century, Kamis (12/11). Marzuki sendiri menolak menandatangani dokumen hak angket itu.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com- Fraksi Partai Demokrat DPR RI
mengharapkan usulan hak angket pengusutan kasus Bank Century tidak
dipolitisasi, tetapi harus didasari niat untuk menegakkan hukum.

"Kami tidak setuju dengan politisasi yang hanya berujung kegaduhan politik. Saatnya kita bekerja setelah pemilu, termasuk menjalankan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Bukan memproduksi kegaduhan yang tidak perlu," kata Ketua FPD Anas Urbaningrum di Jakarta, Sabtu (14/11).

Menurutnya, dalam kasus Bank Century prioritas FPD adalah penegakan hukum yang tegas dan adil kepada siapapun yang bersalah serta penyelamatan dana.  "Kami akan di depan mendukung aparat penegak hukum untuk memproses pihak-pihak yang menurut hasil audit BPK terindikasi bersalah," katanya.

Untuk penegakan hukum kasus Bank Century, lanjutnya, FPD  akan tetap berpedoman pada audit BPK yang diperkirakan selesai pada awal Desember mendatang. "BPK tengah bekerja menyelesaikan audit investigatif atas permintaan DPR. Kami ingin mendapatkan informasi yang lengkap tentang kasus Bank Century. Termasuk jika ada penyimpangan, siapa yang melakukan penyimpangan, serta  kemungkinan aliran dana ilegal dan kepada siapa dana itu mengalir," katanya.

Sumber :
ANT