SURABAYA, KOMPAS.com — Ribut-ribut mencari sosok Yulianto terkait perkara pimpinan KPK Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah ternyata berimbas ke Yohanes atau kerap dipanggil dengan sebutan Kho Yusac. Merasa dirugikan, dia mengklarifikasi dan membantah pemberitaan media cetak dan elektronik yang menyatakan dirinya sebagai Yulianto.
Laki-laki yang mengaku sebagai pengusaha di bidang jual-beli tanah itu menyatakan dengan tegas bahwa dia bukan Yulianto. Nama tersebut muncul karena disebutkan oleh Ary Muladi sebagai orang yang menyampaikan suap kepada pimpinan KPK.
Persoalannya, dia tidak mengenal, apalagi berjumpa dan berhubungan dengan Ary Muladi. "Yohanes bahkan tidak mengenal, tidak pernah bertemu, dan berhubungan dengan para pejabat KPK. Tidak ada urusan dengan mereka," ungkap Pieter Talaway, kuasa hukum Yohanes, Jumat (13/11) di Surabaya.
Melalui Pieter pula, Yohanes menekankan bahwa dia tidak berkaitan dengan perkara Anggoro Widjojo dan Anggodo Widjojo, Bibit dan Chandra, atau perkara lain di kepolisian, kejaksaan, atau di KPK.
Semula, ketika ditanya perasaannya, Yohanes hanya menggelengkan kepala. Namun, ketika bersedia difoto bersama dengan kuasa hukumnya, dia bergumam bahwa dirinya bukan Yulianto. "Saya bukan Yulianto, saya Yohanes," ujarnya pelan.
