JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Syamsuddin Haris dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tak setuju jika kewenangan Tim Delapan dikatakan seperti macan ompong. Menurutnya, Presiden yang akan seperti macan ompong jika tak menindaklanjuti rekomendasi tim yang dikeluarkan, Senin (16/11).
"Justru giginya ada pada Presiden, bukan pada Tim Delapan. Makanya, kalau Presiden tidak menindaklanjuti rekomendasi Tim Delapan, itu aneh. Buat apa tim dibentuk?" ungkapnya kepada Kompas.com, Jumat (13/11).
Syamsuddin menilai kinerja tim yang dipimpin oleh Adnan Buyung Nasution ini sudah maksimal dan cukup obyektif. Presiden menjadi penentu berikutnya untuk mewujudkan reformasi penegakan hukum yang menjadi cita-cita pemerintahannya.
Jika rekomendasi Tim Delapan sering didebat dengan sindiran-sindiran terkait pro-yustisia, Syamsuddin melihat rekomendasi yang benar bisa mengikat secara hukum jika Presiden menindaklanjuti rekomendasi tersebut.
