
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafidz Anshary mengungkapkan, sepanjang tahun 2010-2011 terdapat 246 kepala daerah yang akan menjalani suksesi. Penyelenggara pemilu di tingkat daerah diharapkan bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya.
Dikatakan Hafidz, sukses tidaknya penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) menjadi ajang pertaruhan kredibilitas KPU di bawah kepemimpinannya.
"Pemilukada ini akan menjadi pertaruhan terakhir KPU periode ini. Kalau tidak sukses, maka KPU akan terus dicap tidak profesional," ujar Hafidz saat memberikan sambutan pada Temu Wicara Mahkamah Konstitusi-KPU seluruh Indonesia, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat ( 13/11 ).
Hafidz mengingatkan, kesuksesan penyelenggaraan pemilukada akan sangat tergantung pada kinerja penyelenggara. Oleh karena itu, ia mengatakan, penyelenggara harus menutup pintu kecurangan dalam bentuk apapun.
"Tutup juga celah untuk dibawa ke jalur hukum, sehingga mulus semua. KPU dalam pertemuan dengan Mendagri menargetkan tidak ada Plt (pelaksana tugas) kepala daerah, semuanya sesuai waktu," ujar Hafidz.
Selain persoalan kinerja, KPU dan Menteri Dalam Negeri juga tengah membahas standarisasi anggaran penyelenggaraan pemilu. Anggaran, kata dia, turut menjadi penentu sukses tidaknya pemilukada. Hafidz juga berpesan, agar petugas penyelenggara yang diindikasi bermasalah pada pemilu lalu tidak lagi ditugaskan.