
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR, Tjahjo Kumolo di Jakarta, Kamis (12/11), menilai, tim independen pencari fakta bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkesan tidak bekerja maksimal, justru menimbulkan polemik baru di masyarakat.
"Berdasarkan pengalaman sejak dibentuk, (pekerjaan) tim ini memicu polemik baru, dikarenakan tim ini tidak mempunyai legalitas yang bisa berperan sebagai pro-yustisia," kata Tjahjo.
Seharusnya, kata dia, pemerintah dan lembaga-lembaga yang mempunyai hak konstitusional serta memiliki legalitas penuh lebih berperan untuk menyelesaikan terputusnya komunikasi antarlembaga.
"Proses penyelesaian (terputusnya komunikasi) itu seharusnya segera karena kalau tidak cepat, akan merusak sistem yang ada," katanya mengingatkan.
Tjahjo juga berpendapat, sistem yang kurang berfungsi, tidak perlu dirusak. "Karenanya, mari kita perbaiki bersama (bukan semakin merusaknya)," tegas Tjahjo Kumolo.