
JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan dengan para penyidik dari Polri dan Polda Metro Jaya yang digelar pada Kamis siang ini makin menguatkan kesan kepada Tim Delapan bahwa Antasari-lah pangkal dari kisruh ini. Menurut Anggota Tim Delapan Anies Baswedan, bukti-bukti yang dibawa Polri, di antaranya video rekaman penggeledahan di kantor KPK waktu itu, menguatkan kesan itu.
"Pembicaraan yang kita lakukan menyangkut keterkautan penyidikan Antasari dan proses yang kita klarifikasi. Pertanyaan utama yang selama ini menjadi tema kita adalah siapa yang sebenarnya memulai pertama kali rekaman Anggoro, dimulai kepolisian atau Antasari?" ujar Anies dalam keterangan pers di Kantor Wantimpres.
Ia mengakui, perkembangan sejumlah proses klarifikasi di tahap akhir membuat tim harus memerhatikan detail, termasuk pangkal persoalan yang berujung pada kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Anies mengatakan bahwa penyidik memutar video rekaman penggeledahan di KPK dan proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya menjadi bahan kesimpulan tim.
"Kesan kita memang inisiatif pelaporan dilakukan lebih banyak oleh Antasari. Itu kesan kita dari video, sequences atau urut-urutan waktu, dan ada bukti-bukti penopangnya," lanjutnya.
Menurut Anies, dari situ terlihat urutan bahwa Antasari melaporkan ke Polda Metro Jaya dan diterima. Lalu, laporan dilimpahkan ke Mabes Polri karena sedang banyak penanganan kasus yang harus dilakukan oleh Polda. Baik Anies maupun Tim Delapan lainnya sepakat bahwa video dengan durasi yang cukup lama itu asli karena didukung pula dengan logika sequences dan data-data penopang.