JAKARTA, KOMPAS.com — Sigid Haryo Wibisono, pengusaha media, ternyata punya kedekatan dengan polisi. Ia selalu dijaga polisi yang bertindak sebagai pengawal. Kantor dan rumahnya pun tak luput dari penjagaan polisi selama 24 jam.
"Ia selalu dijaga polisi, rumahnya, kantornya. Tidak semua warga negara seperti itu," kata Agus dalam sidang di PN Jaksel, Kamis (12/11). Demikian penuturan Muhammad Agus, direktur pengembangan dalam perusahaan Sigid saat memberi kesaksian dalam sidang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen di PN Jaksel.
Kedekatan Sigid dengan polisi, lanjut Agus, ditunjukkan juga dengan seringnya Sigid membantu menyekolahkan para polisi. "(Sigid) sering bantu polisi sekolah, masuk sespi," ungkap Agus.
Melihat atasannya dekat dengan polisi, Agus terbesit untuk memperkenalkan sahabatnya, mantan Kapolres Williardi Wizard, kepada Sigid pada Akhir Januari 2009. "Mungkin bermanfaat bagi Pak Sigid karena pak Sigid punya networking yang bagus," tuturnya.
Dalam pertemuan pertama antara Sigid dan Williardi di kantor Sigid di Jalan Kerinci, Tangerang, menurut Agus, keduanya hanya saling menyapa. Setelah 15 menit akhirnya mereka berpisah.
Dalam sidang yang dipimpin Herri Swantoro yang duduk sebagai terdakwa adalah mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Ia didakwa melakukan penyuruhan pembunuhan terhadap Nasrudin. Ia dikenakan Pasal 340 KUHP dengan hukuman maksimal adalah hukuman mati.
