
JAKARTA, KOMPAS.com -
Mahfud membantah rumor yang berkembang bahwa penggantian itu berhubungan dengan pemutaran rekaman Anggodo Widjojo di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK).
Penegasan itu diungkapkan Mahfud MD dalam jumpa pers, Rabu (11/11) di Gedung MK, Jakarta.
Terkait dengan rumor yang beredar, Mahfud mengaku banyak mendapat pertanyaan. Oleh karena itu, ia menegaskan, penggantian seluruh personel kepolisian di MK merupakan hal biasa.
Hanya ada perbedaan, semula penggantian itu dilakukan bertahap dimulai dari orang-orang di dekat Mahfud yang berjumlah sembilan orang.
Namun, rencana tersebut berubah. Rotasi diadakan untuk seluruh petugas polisi di lingkungan MK. ”Akan diganti yang baru atas pilihan Polri dan MK,” ujar Mahfud.
Senada dengan Mahfud, Sekretaris Jenderal MK Janedjri M Gaffar juga menyatakan bahwa rotasi dilakukan dalam rangka penyegaran. Serah terima petugas polisi baru dengan yang lama dilakukan Rabu kemarin.
Dalam jumpa pers itu Mahfud didampingi pimpinan Pondok Pesantren Salafiah As-Syafiiyah, Asembagus, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, KH Fawaid As’ad dan Ketua Satkornas Banser GP Anshor Tatang Hidayat.
KH Fawaid dan Tatang secara khusus datang ke MK untuk memastikan bahwa Mahfud dan MK baik-baik saja.
Seperti diungkapkan Tatang, pihaknya bermaksud memastikan bahwa Ketua MK dapat nyaman bekerja tanpa ada tekanan dan rasa takut ketika menjalankan tugas dan fungsinya.
”Bahwa sebagai anak bangsa, kita tidak mau bahwa persoalan antarinstitusi ini menjadi situasi yang berkembang menjadi satu hal yang sifatnya pribadi,” kata Tatang.