KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Mahfud MD: Semua Baik-baik Saja
Kamis, 12 November 2009 | 05:22 WIB
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh Mahfud MD (kedua dari kiri), Rabu (11/11), mengklarifikasi rumor seputar penarikan pengawalan polisi di MK. Mahfud didampingi pengasuh Pondok Pesantren Salafiah As-Syafiiyah, Situbondo, Jawa Timur, KH Fawaid As'ad (kiri), Sekretaris Jenderal MK Janedjri M Gaffar, dan Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser Tatang Hidayat.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menegaskan, tidak ada masalah apa pun dalam hubungan MK dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia menyusul pergantian personel pengamanan untuk MK secara kelembagaan ataupun pengamanan pejabat-pejabatnya.

Mahfud membantah rumor yang berkembang bahwa penggantian itu berhubungan dengan pemutaran rekaman Anggodo Widjojo di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK).

Penegasan itu diungkapkan Mahfud MD dalam jumpa pers, Rabu (11/11) di Gedung MK, Jakarta.

Terkait dengan rumor yang beredar, Mahfud mengaku banyak mendapat pertanyaan. Oleh karena itu, ia menegaskan, penggantian seluruh personel kepolisian di MK merupakan hal biasa.

Hanya ada perbedaan, semula penggantian itu dilakukan bertahap dimulai dari orang-orang di dekat Mahfud yang berjumlah sembilan orang.

Namun, rencana tersebut berubah. Rotasi diadakan untuk seluruh petugas polisi di lingkungan MK. ”Akan diganti yang baru atas pilihan Polri dan MK,” ujar Mahfud.

Senada dengan Mahfud, Sekretaris Jenderal MK Janedjri M Gaffar juga menyatakan bahwa rotasi dilakukan dalam rangka penyegaran. Serah terima petugas polisi baru dengan yang lama dilakukan Rabu kemarin.

Pastikan nyaman

Dalam jumpa pers itu Mahfud didampingi pimpinan Pondok Pesantren Salafiah As-Syafiiyah, Asembagus, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, KH Fawaid As’ad dan Ketua Satkornas Banser GP Anshor Tatang Hidayat.

KH Fawaid dan Tatang secara khusus datang ke MK untuk memastikan bahwa Mahfud dan MK baik-baik saja.

Seperti diungkapkan Tatang, pihaknya bermaksud memastikan bahwa Ketua MK dapat nyaman bekerja tanpa ada tekanan dan rasa takut ketika menjalankan tugas dan fungsinya.

”Bahwa sebagai anak bangsa, kita tidak mau bahwa persoalan antarinstitusi ini menjadi situasi yang berkembang menjadi satu hal yang sifatnya pribadi,” kata Tatang. (ana)

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.