Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 09:18 WIB
Nova Berharap Polri Tindaklanjuti Keterangan Suaminya
Sandro | tof | Kamis, 12 November 2009 | 00:01 WIB
|
Share:

PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA
Terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Williardi Wizar (kanan) saat memberikan pengakuan mengejutkan dalam sidang dengan terdakwa Antasari Azhar (kiri) hingga menangis di PN Jaksel, Selasa (10/11). Williardi menyebut Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Iriawan Dahlan yang menekannya dalam proses pemeriksaan. Dalam persidangan, Wiliardi mengaku Antasari telah dikondisikan oleh sejumlah petinggi Polri. Pengakuannya ini membuat Antasari menitikkan air mata karena terharu.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Nova, istri Williardi Wizar berharap kepolisian menindaklanjuti keterangan ia dan suaminya yang telah diberikan kepada anggota Provesi dan Pengamanan (Propam). Mereka telah memberikan keterangan seputar pernyataan Williardi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Mudah-mudahan ditindaklanjuti ke dalam. Tadi saya menjelaskan apa yang dikatakan dipersidangan. Saya tidak menambah-nambahkan," ucap dia usai memberikan klarifikasi dihadapan empat orang anggota Propam di Mabes Polri, Rabu ( 11/11 ).

Nova menjelaskan, usai persidangan hari Selasa, suaminya mengalami depresi akibat mengeluarkan pernyataan adanya rekayasa dalam penanganan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. "Dia sangat cinta Polri. Dia spontan mengeluarkan semua itu. Padahal dari awal dia katakan biarlah pengadilan yang membuktikan saya salah atau tidak. Saya tidak akan mengungkapkan hal seperti kemarin," jelas dia menirukan pernyataan Williardi.

"Mungkin Allah yang menggerakkan itu sehingga dia tidak terbata-bata mengatakan itu. Saya pun menitikkan air mata," tambah dia.

Nova menambahkan, ia telah mengingatkan kepada suaminya agar tidak menandatangai berita acara pemeriksaan (BAP). Namun, lantaran adanya intimidasi secara psikis, Williardi bersedia menandatangai BAP.