KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Ketua DPR: Soal Pengakuan Wiliardi, Harus Proporsional
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Rabu, 11 November 2009 | 11:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengakuan Wiliardi Wizar saat bersaksi pada sidang pembunuhan Direktur PT Rajawali Banjaran Nasruddin dengan terdakwa Antasari Azhar sangat mengejutkan. Ia menarik tiga berkas acara pemeriksaan dengan alasan merupakan rekayasa penyidik atas perintah "atasan". Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, tidak semua proses penyidikan dilakukan oleh bawahan diketahui oleh atasannya.

"Kapolri enggak ngerti. Sama seperti Pak Hendarman (Jaksa Agung), proses yang terjadi dibawah enggak ngerti. Kita harus proporsional. Misalnya, saya Ketua DPR, ada pelanggawran di bawah, masak saya harus tanggung jawab," kata Marzuki kepada wartawan, Rabu (11/11) di Gedung DPR, Jakarta.

Pengakuan Wiliardi yang menyebut mengikuti perintah pimpinan harus diklarifikasi. Menurut Marzuki, pencatutan nama sudah sering terjadi. "Pimpinan itu siapa? Klarifikasi dulu. Apakah benar Kapolri terlibat. Nama saya saja bisa diobyekkan semena-mena. Waktu saya Sekjen (Partai Demokrat), nama saya banyak digunakan untuk menjadi bupati, nama saya dijual," ujarnya.

Ia enggan berkomentar lebih jauh dan meminta untuk melihat proses hukum yang tengah berjalan.

Editor: Edj Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.