KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Usman Hamid: Perlu Kedewasaan dalam Berdebat
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu
Rabu, 11 November 2009 | 00:02 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Anggota KOMPAK Usman Hamid, yang juga Koordinator Kontras, menyayangkan rapat dengar pendapat umum dengan Komisi III DPR RI, Selasa (10/11) di Gedung DPR RI, berakhir ricuh. Kericuhan pecah ketika KOMPAK mengkritisi sikap DPR yang cenderung memihak Kepolisian dan Kejaksaan.

"Sebenarnya budaya debat biasa di alam demokrasi. Dalam debat kita masih perlu belajar kedewasaan," ujar Usman kepada para wartawan.

Anggota KOMPAK Fadjroel Rachman mengaku tidak pernah membayangkan bahwa rapat dengan Komisi III DPR RI bisa berakhir ricuh, dan ditutup dengan tidak sah.

"Padahal kami hanya ingin menyampaikan persoalan terkait kriminalisasi KPK dan keberadaan mafia hukum di Indonesia," tambahnya.

Faisal Basri, anggota KOMPAK lainnya, mengakui bahwa dirinya dan teman-teman lainnya kecewa dengan rapat yang berakhir ricuh.

"Kami sebenarnya tidak mendukung Bibit-Chandra. Mudah-mudahan perjuangan kita tidak berakhir di sini. Ini persoalan bangsa yang perlu dikawal bersama," tambahnya.

Seperti diberitakan, kericuhan bermula ketika KOMPAK mempertanyakan sikap Komisi III yang cenderung mendukung Kepolisian dan Kejaksaan. Hal ini misalnya tercermin dengan kesimpulan rapat Komisi III-Jaksa Agung Hendarman Supandji bahwa para legislator tersebut mendukung upaya proses hukum dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah.

Editor: lou Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.