BOYOLALI, KOMPAS.com - Direksi PT Trimitra Hasanah Prima didampingi Balai Penelitian Ternak, Departemen Pertanian, membahas kemungkinan mendirikan pabrik pengolahan susu di Kabupaten Boyolali, Selasa (10/11). Penjajakan itu disambut baik pemerintah setempat dan pengurus koperasi susu karena akan menjadi pasar alternatif.
Dalam pertemuan dengan Bupati Boyolali Sri Moeljanto dan jajarannya, Direktur PT Trimitra Hasanah Prima (THP) Kris Sulisto meminta informasi mengenai kondisi susu segar Boyolali. Hadir pula dalam pertemuan itu Kepala Balai Penelitian Ternak Bambang Sudaryanto, serta mantan Kepala Dinas Peternakan Jawa Tengah Sri Murtiningsih.
"Boyolali sebagai penghasil susu terbesar di Jawa Tengah sudah selayaknya memiliki industri pengolahan susu. Selain menghemat biaya pengiriman susu ke Jakarta atau daerah lainnya, juga bisa menekan bakteri karena bisa langsung diolah," kata Bambang Sudaryanto.
Menurut Kris, perusahaannya sedang mengembangkan usaha di bidang peternakan. Selama ini PT THP bergerak di bidang telekomunikasi dan konsultan investasi. Mulai awal tahun depan pihaknya bekerja sama dengan perusahaan Australia memulai usaha penggemukan sapi potong jenis wagyu di Temanggung, Banjarnegara, Magelang, dan Wonosobo. Selama lima tahun, dana yang disediakan berkisar 100 juta hingga 200 juta dollar AS.
"Kami melihat pengelolaannya tidak terlalu jauh, sehingga mulai menjajaki di Boyolali. Kami masih melihat bagaimana prospek usaha ini, bagaimana pengembalian modalnya, termasuk skala usahanya apakah cukup hanya Boyolali atau Jateng. Dana sudah tersedia, tetapi kalau butuh lebih besar bisa menarik investor dari luar," katanya.

