Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 07:38 WIB
Lebih 50 Persen Jemaah Haji Meninggal Dunia akibat Sakit Jantung
Imam Prihadiyoko | ksp | Selasa, 10 November 2009 | 16:59 WIB
|
Share:

Kompas/Yuniadhi Agung
Jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 1 dari Provinsi DKI Jakarta, bersiap menuju pesawat usai pelepasan jemaah haji oleh Menteri Agama Suryadarma Ali di Terminal Haji Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (23/10).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian besar jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci karena penyakit jantung. Adapun jamaah haji yang sakit dan dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekkah mencapai puluhan orang.

Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Selasa (10/11), melaporkan, selain lebih dari 50 persen kematian karena penyakit jantung, penyebab lainnya adalah stroke, gagal napas, dan sepsis (infeksi kuman dalam darah). Seorang anggota jemaah meninggal dunia karena kecelakaan, yaitu Zaenuddin Kadir Lagogo, anggota jemaah asal Tanggamus, Lampung, yang tergabung dalam Kloter 23 JKG. Ia meninggal dunia karena tertabrak mobil saat menyeberang jalan di Mekkah, Senin (9/11) siang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dr Barita Sitompul, SpJP, mengungkapkan bahwa penyakit jantung dari tahun ke tahun memang sering menjadi penyebab kematian anggota jemaah. Adapun jenis penyakit yang terbanyak diderita jemaah adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seperti flu, batuk, dan radang tenggorokan.

"Sebagai upaya antisipasi, mereka yang berisiko terkena penyakit jantung sebaiknya  berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum berangkat. Jangan lupa membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi," ujar Barita.

Barita juga menekankan agar selama di Tanah Suci, jemaah menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat, mengingat kelelahan merupakan salah satu pemicu serangan jantung.