TANGERANG, KOMPAS.com — Di akhir persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Senin (9/11), Daniel Daen Sabon meminta maaf kepada keluarga besar Nasrudin Zulkarnaen. Ia juga meminta maaf kepada majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan penasihat hukumnya. "Saya minta maaf kepada keluarga korban. Saya tidak membunuh almarhum Nasrudin," ungkap Daniel dengan nada sedih.
"Saya benar-benar menyesal karena ternyata hantaman saya ke mobil mengenai orang. Saat itu saya main hantam saja," tambah Daniel dalam sidang yang dipimpin majelis hakim, M Asnun, di Pengadilan Negeri Tangerang.
Menurut Daniel, dirinya baru tahu kalau hantamannya ke mobil BMW, 14 Maret lalu, telah mengenai seseorang bernama Nasrudin setelah dia tiba di Surabaya, sehari setelah penembakan.
"Begitu habis menghantam mobil BMW, saya langsung pulang ke rumah," kata Daniel.
Setelah menyimpan pistol, Daniel ke Pondok Labu bertemu dengan Hendrikus Kia Walen, yang tidak lain adalah saudaranya. Selanjutnya, Daniel menuju ke Stasiun Gambir dengan menggunakan taksi. Di Stasiun Gambir dia membeli tiket untuk perjalanan ke Surabaya malam itu juga.
Majelis hakim
Selain pihak keluarga, Daniel juga meminta maaf kepada majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan penasihat hukum terdakwa. "Saya minta maaf kepada majelis hakim, jaksa, dan pengacara karena selama ini sudah merepotkan," ungkap Daniel.
Asnun jawab, "Tidak apa-apa. Ini memang tugas kami. Namanya juga tugas negara."
Pada akhir pemeriksaan, Asnun bertanya, "Apakah saudara mengaku bersalah dengan kejadian ini."
Daniel terdiam. Asnun kembali bertanya, "Apakah saudara merasa bersalah."
Daniel menjawab, "Saya menyesal."
