Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:15 WIB
Demi Tugas Negara, Daniel Disuruh Teror dan "Hantam"
Pingkan E Dundu | msh | Senin, 9 November 2009 | 14:15 WIB
|
Share:

KOMPAS/PINGKAN ELITA DUNDU
Daniel Daen Sabon akhirnya mau buka mulut saat diperiksa sebagai terdakwa dalam perkara tindak pidana dugaan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen, di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (9/11).

TERKAIT:

TANGERANG, KOMPAS.com — Terdakwa Daniel Daen Sabon akhirnya mau buka mulut di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (9/11). Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Daniel mengaku disuruh Hendrikus Kia Walen untuk meneror dan menghantam pemilik mobil BMW yang tidak diketahui namanya dan gambar wajahnya.

"Kata Hendrikus, ini tugas negara karena pemilik mobil itu mengancam keselamatan negara. Katanya, orang itu akan mengacaukan pemilu," ungkap Daniel meniru kalimat Hendrikus. Daniel juga mengaku dua kali ia diajak ke Kuningan dan sekali ke rumah pemilik mobil BMW. Namun, terdakwa tidak pernah mengetahui nama dan wajah orang yang harus dihantam.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim M Asnun, terdakwa mengakui ia malakukan perintah teror dengan cara menghantam mobil dengan tembakan. "Saya hantam mobil dua kali. Dor... dor....," ujar Daniel.

Dalam pengakuannya, Daniel mengatakan, ia menembak secara asal-asalan. "Setelah hantam mobil, saya dan Heri (Heri Santosa) langsung terus ke Palbatu," ujar Daniel.

"Apakah saudara menghantam mobil untuk meneror pemiliknya dengan cara membidik?" tanya penasihat hukum Daniel, Rocky Awondatu.

"Saya hantam sembarangan saja karena cuma bertujuan teror. Dan saya langsung pergi," tambah Daniel.

Daniel menambahkan, saat menghantam mobil itu, posisi sepeda motor yang ditumpanginya di polisi tidur. "Waktu saya hantam, motor kami berguncang," tambah Daniel.