JAKARTA, KOMPAS.com- Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso memastikan pergantian tiga kepala staf Tentara Nasional Indonesia sekedar regenerasi ketiga matra TNI. Pergantian ini pun telah direncanakan lama, dan tidak tergesa-gesa.
"Semuanya sudah dalam perencanaan,
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mengemukakan, pergantian ketiga kepala staf ini sudah lama diminta Presiden Yudhoyono. Permintaan pergantian pun direspon dengan pengajuan nama ke presiden. "Kita semuanya dalam proses pembinaan. Terencana ya, bagian dari
rutinitas berkala," paparnya.
Menko Polhukam Marsekal (Purn) Djoko Suyanto menjelaskan, tidak ada yang mendadak atas pergantian ketiga kepala staf. Pergantian telah diproses untuk proses regenerasi.
"Yang saya tahu dalam setiap pergantian kepala staf itu dipersiapkan untuk proses regenerasi di angkatan sendir maupun tour of duty di tubuh TNI," terangnya.
Ketika disinggung apakah setelah pergantian tiga kepala staf, Panglima TNI juga akan diganti dalam waktu dekat, Djoko Suyanto mengaku tidak mengetahuinya. "Saya tidak tahu. Pasti ada pergantian karena Panglima TNI pasti pensiun.Tapi kapan, saya tidak tahu," paparnya.
Sumpah jabatan kepala staf TNI itu dijadwalkan dilakukan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/11) sekitar pukul 14.00 WIB.
Tiga kepala staf baru itu adalah Letnan Jenderal George Toisuta sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo, Laksamana Madya Agus Suhartono sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menggantikan
Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, dan Marsekal Muda Imam Sufaat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) menggantikan Marsekal Soebandrio.
George saat ini menjabat Panglima Komando Pasukan Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad). Agus menjabat sebagai Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan. Imam sebelumnya Panglima Komando Operasi I TNI AU.
Agustadi menjabat KSAD sejak Desember 2007, Tedjo menjabat sebagai KSAL sejak Juli 2008, dan Soebandrio menjabat KSAU sejak Desember 2007. Sagom dan Dino tak menjelaskan jabatan baru bagi ketiga kepala staf TNI yang diganti itu.
