KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Jemaah Nonkuota Berdatangan
Laporan wartawan KOMPAS Subhan SD
Senin, 9 November 2009 | 05:11 WIB
ANTARA/MAHA EKA SWASTA
Sejumlah anggota jemaah haji asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, gelombang kedua tiba di rumah pemondokan mereka di Rumah 512, Maktab 24, Sektor 5, Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (8/11). Gelombang kedua ini datang dari Jeddah langsung menuju Mekkah.
TERKAIT:
 

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam beberapa hari ini, jemaah haji nonkuota mulai berdatangan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Jemaah haji yang tak terdaftar resmi di Departemen Agama itu dikhawatirkan akan merepotkan petugas haji di Tanah Suci.

”Kami mengamati kedatangan mereka selama beberapa hari ini,” kata Kepala Daerah Kerja Jeddah Subhan Cholid yang dihubungi dari Jakarta, Minggu (8/11) malam. Berdasarkan pengamatan petugas haji di Bandara King Abdul Aziz, jemaah nonkuota itu mulai tiba hari Minggu 1 November 2009.

Jemaah haji nonkuota itu adalah mereka yang tak terdaftar di Departemen Agama. Akan tetapi, mereka punya visa yang diterbitkan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. ”Kalau negara (yang mengeluarkan visa) mengizinkan, ya bagaimana lagi,” kata Subhan.

Menurut catatan petugas haji, jemaah nonkuota yang tiba di Bandara King Abdul Aziz berturut-turut pada Minggu (1/11) sebanyak 1 orang, Senin (2/11) ada 13 orang, Rabu (4/11) sebanyak 66 orang, dan Sabtu (7/11) sebanyak 118 orang.

”Mereka ada yang terlihat bingung, tidak mengerti hak-haknya. Ketika ditanya soal transportasi atau penginapan, mereka juga tak tahu,” ujar Subhan. ”Kalau perusahaannya (yang membawa mereka) tidak resmi, kasihan mereka,” ucapnya.

Bisa menyulitkan

Subhan mengatakan, sebagai warga negara Indonesia, jemaah haji nonkuota seharusnya mendapat perlindungan di mana pun berada. Namun, karena mereka tidak terdaftar resmi, pihaknya pun tidak punya kewajiban untuk hal tersebut. ”Jemaah tersebut tidak pernah melapor kepada kami. Ini yang menyulitkan. Mudah-mudahan tidak ada masalah di kemudian hari,” katanya.

Tahun lalu, kata Subhan, ada jemaah nonkuota yang tidak memiliki tiket pulang ke Tanah Air. Akibatnya mereka terkatung-katung di Bandara King Abdul Aziz. ”Kami, kan, punya perwakilan di bandara, lalu mereka dibawa ke kami. Kalau sudah begini, semua orang jadi repot,” katanya.

Subhan memahami, banyaknya jemaah haji nonkuota akibat panjangnya antrean resmi (kuota) di Departemen Agama untuk bisa berangkat haji sehingga mereka tidak sabar. Tahun ini saja kuota jemaah haji sebanyak 207.000 orang dari daftar tunggu 900.000 orang. ”Bukannya kuota tidak ditambah, tetapi kapasitas Mekkah memang tidak bertambah,” kata Subhan seraya menyebutkan sudah lebih dari 100.000 anggota jemaah haji tiba di Arab Saudi. (SSD)

Editor: tof   |   Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.