KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Di Bawah Alquran, M Jasin Bersumpah Tak Terima Suap atau Memeras
Minggu, 8 November 2009 | 18:15 WIB
COURTESY TVONE
Pimpinan KPK M Jasin saat melakukan sumpah tak terima suap atau memeras dengan membawa Alquran, Minggu (8/11).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin melakukan sumpah tak pernah menerima suap atau melakukan pemerasan dengan naungan Alquran. Hal tersebut dilakukannya untuk meyakinkan publik bahwa sebagai pimpinan KPK, ia bersih dari segala tuduhan.

Sumpah tersebut dilakukannya saat siaran langsung di Studio TVOne, Minggu (8/11) malam. Saat mengawali perbincangan, Jasin menggunakan kesempatan tersebut dengan mengeluarkan sebuah kitab suci Alquran dan diangkat di atas kepalanya dengan tangan kanannya.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya belum pernah menerima suap atau memaksa orang lain untuk memberikan suap atau pemerasan," ujar M Jasin dalam petikan sumpahnya. Ia tidak lupa membacakan beberapa kalimat doa dalam bahasa Arab dalam sumpahnya tersebut.

Usai bersumpah, Jasin mengatakan ia berani mempertangjawabkan sumpahnya itu duni akhirat. Ia tak lupa menegaskan bahwa jika sumpahnya bohong, ia siap dilaknat Allah SWT sesegera mungkin.

"Kalau orang beriman, lihat sumpah saya pasti akan yakin," kata Jasin. Ia bernai melakukan hal itu karena mengaku selama hidupnya tidak pernah memeras orang dan menerima suap. Dalam kasus Chandra dan Bibit, M Jasin terseret sebagai salah satu perantara pemberian uang dari Anggoro Widjojo kepada sejumlah pimpinan KPK.

Bukan kali ini, sumpah atas nama Tuhan dilakukan. Sebelumnya Komjen Susno Duadji, saat di Komisi III DPR, juga sempat bersumpah "Lillahi tangala" (demi Allah) bahwa ia tidak melakukan rekayasa dalam penyidikan kasus Chandra Hamzah maupun menerima dana Bank Century.

Penulis: WAH   |   Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.