Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:56 WIB
Ary Muladi Minta Maaf pada Bibit dan Chandra
Caroline Damanik | acandra | Sabtu, 7 November 2009 | 18:46 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ary Muladi, perantara yang ditugaskan Anggodo Widjojo untuk menyampaikan uang suap kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan permohonan maaf kepada dua pimpinan nonaktif KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

"Saya minta maaf juga kepada beliau-beliau yang namanya saya sebut. Saya beserta keluarga minta maaf karena perbuatan yang saya lakukan beliau-beliau menanggung akibatnya," tutur Ary usai melakukan klarifikasi di depan Tim Delapan di Kantor Wantimpres, Sabtu (7/11).

Ary mengatakan, akhirnya ia memutuskan mencabut keterangan pertama yang sudah berbentuk Berita Acara Perkara (BAP) di Mabes Polri sebab dia menyadari bahwa dia tak pernah sekalipun bertemu dengan pimpinan KPK termasuk menyerahkan uang suap secara langsung.

"Saya tarik BAP yang pertama, begini. Saya, kalau menurut BAP yang pertama, saya berarti (akan) bohong terus kalau ditanya. Nurani saya mengatakan katakan apa yang jujur meski resikonya berat untuk ditanggung," lanjutnya.

Kemudian, ketika dirinya ditahan sebagai tersangka atas kasus penggelapan uang yang diajukan Anggodo Widjojo, Ary mengaku sangat menyesal.

"Pas saya ditahan, saya merasa berdosa menyebut orang itu, padahal dia tak pernah terima uangnya. Saya enggak bisa tidur, saya merasa bersalah," tandasnya.