KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Todung: Banyak "Missing Link" Kasus Bibit-Chandra
Jumat, 6 November 2009 | 20:19 WIB
KOMPAS.com/Caroline Damanik
Dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah memenuhi undangan Tim Delapan untuk memberikan klarifikasi seputar polemik dugaan pelemahan KPK di Kantor Wantimpres, Kamis (5/11) sore.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, atau Tim Delapan, Todung Mulya Lubis mengaku masih banyak missing link dalam kasus yang ditanganinya saat ini. Salah satunya mengenai testimoni Ary Muladi, saksi dalam kasus dugaan suap Anggodo Widjojo terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada Jumat (6/11) sore, Ary membantah mengenal Chandra M Hamzah, pimpinan KPK nonaktif. Ia mengatakan, uang suap tersebut diserahkan ke Chandra melalui perantara yang bernama Julianto. "Kita akan berusaha mengisi missing link ini. Kita akan memanggil Ary Muladi, Julianto, Wisnu Subroto, dan lainnya. Mudah-mudahan, missing link ini bisa terisi," ujar Todung kepada para wartawan, Jumat di gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta.

Kemarin, Kadiv Humas Polri Irjen Nanan Soekarna meyakini bahwa Julianto adalah sosok imajinatif. Pasalnya, ketika diperiksa, Ary tidak dapat menjelaskan mengenai sosok Julianto. "Dari hasil pemeriksaan, tidak ada yang namanya Julianto. Kan sudah direkonstruksi. Rumahnya (Ary) enggak tahu. Digambar pun juga tidak bisa. Polisi tidak bisa menemukan sosok Julianto," ujar Nanan.

Penulis: HIN   |   Editor: made Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.