Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:04 WIB
Kapolri: Kami Bukan Binatang
Inggried Dwi Wedhaswary | wah | Kamis, 5 November 2009 | 22:11 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat kerja Kapolri dan Komisi III DPR RI dijadikan kesempatan untuk mengklarifikasi sejumlah tudingan yang dilayangkan kepada institusi penegak hukum itu. Setidaknya, di beberapa bagian pemaparan kronologi kasus Bibit-Chandra, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri berkeluh kesah dan mengklarifikasi tudingan yang bertubi-tubi.

Ia mengatakan, Polri siap untuk "ditelanjangi" demi pemulihan nama baik dan citra institusi. "Silakan telanjangi kami, kalau itu bisa membersihkan nama baik Polri. Kami tidak sehina seperti yang ditudingkan," ujarnya di hadapan Komisi III, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/11) malam.

Meski tak menyebut secara eksplisit, Kapolri juga menyentil pernyataan Ketua MK Mahfud MD. Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan salah satu stasiun TV, Mahfud sempat menyebut, "Binatang kok takut sama pengusaha." Ini merupakan tanggapan atas pertanyaan mengenai Anggodo yang tidak ditahan Polri.

"Dan mohon maaf, kami bukan binatang. Tapi sudahlah, kami tidak ingin memperpanjang. Kami terusik, Pak. Apakah segoblok itu, Polri?" ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri kembali meminta agar tak lagi mengumpamakan cicak dan buaya untuk menganalogikan KPK dan Polri. "Sesungguhnya di dalam cicak juga ada buaya karena ada 128 personel Polri yang bertugas di KPK," kata dia.