JAKARTA, KOMPAS.com- Direktur Negarawan Center Johan Silalahi menilai, apa yang terjadi saat ini bukan sekadar kriminalisasi lembaga negara, tetapi sudah kanibalisasi terhadap pimpinan dan institusi-institusi negara yang dirasakan tidak mendukung atau menganggu pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
"Apa yang terjadi dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar serta Bibit-Chandra merupakan bukti adanya kanibalisasi," kata Johan Silalahi dalam diskusi di DPR Senayan Jakarta, Kamis (5/11).
Dalam kasus Antasari Azhar, katanya, terlihat adanya usaha untuk mengganti. Sedangkan jika yang dirasakan institusinya yang "membangkang" maka akan dilemahkan kewenangannya. "Jadi kanibalisasi itu, kalau ada pimpinan dari institusi negara yang dirasa halang-halangi, maka akan diganti (seperti kasus Antasari), sedang jika institusinya maka akan dilemahkan," kata Johan Silalahi.
Karena itu, tambah Johan, tidak mengherankan jika telah terjadi kriminalisasi pimpinan KPK lainnya, yakni Bibit-Chandra sebagaimana terungkap dalam pembukaan rekaman telepon di MK. Pola-pola seperti itu bahkan akan terus dilakukan.

