JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Tim Delapan Adnan Buyung Nasution mendadak emosi karena adik buronan Anggoro Widjojo, Anggodo Widjojo, enggan muncul sebab tim kuasa hukumnya yang berjumlah 20 orang belum lengkap.
Sekitar pukul 14.00, Kamis (5/11), Buyung membuka pertemuan dengan Anggodo di depan media massa. Seusai memberikan sedikit keterangan, Buyung mengundang Anggodo dan tim kuasa hukumnya untuk memasuki ruang pertemuan.
Namun, Anggodo yang sudah datang sekitar pukul 12.00 tadi tak kunjung muncul. "Dia yang minta supaya didengar. Rencananya memang pukul 4, tapi kita minta cepat karena masih banyak acara malam ini. Karena itu, sekaranglah. Kalau enggak mau, kita tutup saja bahwa dia enggak mau diperiksa," ujar Buyung ketika mendengarkan alasan yang dibawa seorang asistennya.
Buyung mengatakan, Anggodo beralasan ia belum mau muncul karena 12 kuasa hukumnya belum datang. "Kalau dia mau, kita tutup sekarang. Saya enggak mau dipermainkan oleh orang seperti itu," tegasnya.
Kemudian, dua kuasa hukum Anggodo, Tomson Situmeang dan Robert Situmeang, muncul lebih dulu. Mereka berargumen bahwa sebagian teman mereka masih memegang janji pertemuan pada pukul 16.00 sehingga mereka masih dalam perjalanan, termasuk sejumlah barang bukti dan berkas-berkas.
Namun, Buyung cepat memotong. Menurutnya, undangan dipercepat serta sudah disampaikan dan dikoordinasikan, termasuk dengan Polri. "Waktu kita pendek, yang perlu bukan kami saja, kalian juga kan minta supaya didengar. Ini bukan sidang pengadilan. Dengan dua orang (pengacara) juga cukup," ungkap Buyung.

