
JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah wartawan yang mencoba menghalangi mobil polisi pembawa Anggodo di Mabes Polri, Kamis (5/11) siang tadi, nyaris ditabrak pengemudi mobil tersebut. Wartawan menghalangi mobil itu untuk mendapat jawaban dari Anggodo perihal kepergiannya dari Bareskrim, Rabu malam kemarin.
Sejak tadi pagi muncul pernyataan yang membantah Anggodo sudah dilepaskan polisi pada Rabu malam. Pernyataan itu datang dari Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri dan Staf Ahli Presiden, Denny Indrayana. Pernyataan tersebut memicu kemarahan wartawan yang sejak semalam berjaga di banyak pintu di Bareskrim dan sekitarnya dan menyaksikan Anggodo keluar dari Mabes Polri.
Mabes Polri sedianya mengadakan jumpa pers pukul 10.00 tadi, tetapi sampai sekarang belum terlaksana. Ketika wartawan sedang berada di dalam ruang jumpa pers, Anggodo keluar dari Bareskrim Polri dengan kawalan polisi. Ia lalu masuk mobil polisi warna abu-abu.
Wartawan yang berebut bertanya ke Anggodo, ke mana dirinya semalam dan apakah ia mendapat perlakuan istimewa, tidak dijawabnya. Wartawan lalu mencoba menghalangi mobil tersebut, tetapi pengemudi mobil tetap menjalankan mobilnya sampai nyaris menabrak beberapa wartawan yang berdiri di depan mobil tersebut.