Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:55 WIB
Presiden Minta Anggodo Juga Dilindungi
Nur Hidayati | mbonk | Kamis, 5 November 2009 | 11:58 WIB
|
Share:

PERSDA/BIAN HARNANSA
Anggodo Widjojo tiba di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11). Anggodo Widjojo adalahh adik bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo tersangka kasus dugaan korupsi proyek sistem radio komunikasi terpadu Departeman Kehutanan. Kedatangannya untuk dimintai klarifikasi seputar rekaman sadapan KPK yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi hari ini.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak yang namanya disebut-sebut dalam rekaman yang mengindikasikan kriminalisasi terhadap Wakil Ketua (nonaktif) KPK, Chandra Hamzah dan Bibit S Rianto, dilindungi keselamatannya.
    
"Empat hari lalu, saya sudah meminta melalui Menkopolhukam agar dilindungi keselamatan Chandra dan Bibit, waktu itu masih di tahanan, sekarang sudah ditangguhkan. Bagaimanapun keselamatan beliau berdua harus dilindungi. Sama dengan Anggodo. Saya minta tolong dilindungi keselamatannya," ujar Presiden pada pengantar sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/11).
    
Menurut Presiden, hal itu penting karena terkait dengan perlindungan saksi, siapa pun mereka. "Protect all person yang sekarang menjadi perhatian publik karena saya ingin tidak ada hambatan apa pun dalam proses ini semua," ujar Presiden.

Dalam rekaman yang diperdengarkan dalam sidang Mahkamah Konstitusi, Selasa kemarin, sejumlah nama disebut-sebut, bahkan terlibat dalam percakapan dengan Anggodo. Mereka antara lain Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga, Kabareskrim Komjen Pol Susno Duaji, mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto, serta wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Ketut Sudiharsa.