Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:55 WIB
Ingat, TPF Bukan Bekerja untuk Presiden!
Caroline Damanik | mbonk | Rabu, 4 November 2009 | 11:48 WIB
|
Share:

Persdanetwork/Bian Harnansa
TIM PENCARI FAKTA. Ketua Tim Independen Klarifikasi Fakta dan Proses Hukum kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, Adnan Buyung Nasution (kiri) berbincang dengan Todong Mulya Lubis usai mengikuti sidang lanjutan uji materi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (3/11). Tim Independen akan menggelar serangkaian pertemuan dengan pihak LSM, Kapolri, KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah, para pemimpin redaksi media massa serta menghadiri gelar perkara dengan pihak kepolisian untuk mencari data dan fakta lebih lanjut.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim pencari fakta (TPF) kasus Bibit-Chandra diingatkan, meski dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, janganlah tim semata-mata bergerak berdasarkan keinginan Presiden.

"Bagian terpenting dari tim adalah akuntabilitas. Meski secara resmi tim dibentuk oleh Presiden, tim bukan bekerja untuk Presiden, tapi untuk masyarakat. Dedikasinya untuk keadilan masyarakat," tutur Muji Kartika dari Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) dalam pertemuan antara TPF dan para pegiat antikorupsi dan hukum di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Rabu (4/11).

Muji mengatakan, tim harus memikirkan bagaimana mereka bisa menjawab ekspektasi masyarakat yang tinggi di tengah keterbatasan kewenangannya. Apalagi, jika nantinya ada rekomendasi tim yang ditolak oleh Presiden.

Ia juga menyoroti penetapan target tim jika dianalogikan dengan olahraga bulu tangkis dan sepak bola. Menurut Muji, rekomendasi yang sangat besar mustahil dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

"Apakah seperti bulu tangkis yang mengejar target akhir baru selesai atau seperti sepak bola setelah waktu habis, ya selesai saja? Mendefinisikan selesai pekerjaan seperti apa? Sehingga kami bisa tahu targetnya apakah sama seperti yang kami bayangkan," ungkap Muji.