Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:55 WIB
Klarifikasi Awal, TPF Akan Bertemu Kapolri
Caroline Damanik | wsn | Rabu, 4 November 2009 | 08:37 WIB
|
Share:

Persdanetwork/Bian Harnansa
TIM PENCARI FAKTA. Ketua Tim Independen Klarifikasi Fakta dan Proses Hukum kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, Adnan Buyung Nasution (kiri) berbincang dengan Todong Mulya Lubis usai mengikuti sidang lanjutan uji materi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (3/11). Tim Independen akan menggelar serangkaian pertemuan dengan pihak LSM, Kapolri, KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah, para pemimpin redaksi media massa serta menghadiri gelar perkara dengan pihak kepolisian untuk mencari data dan fakta lebih lanjut.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim pencari fakta (TPF), yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelesaikan polemik dugaan pelemahan KPK, dijadwalkan akan bertemu Kapolri pada Rabu (4/11) sekitar pukul 13.30 di Kantor Wantimpres.

Kepada Kompas.com, Rabu pagi, salah satu anggota TPF, Amir Syamsuddin, mengatakan, pihaknya mengundang Kapolri beserta sejumlah penyidik Mabes Polri yang disebut-sebut dalam rekaman yang diputar dalam sidang Mahkamah Konstitusi kemarin, yaitu Benny, Parman, Gupu, dan Dikdik.

"Kapolri menyanggupi datang dengan tim penyidik Bibit dan Chandra. Kami perlu klarifikasi awal dari mereka tentang kasus ini," tuturnya.

Amir tak langsung mengiyakan ketika ditanya apakah para tokoh Trunojoyo ini diminta untuk memberikan konfirmasi seputar keterlibatannya dalam rekaman yang diduga berisi upaya pelemahan KPK. "Kita ikuti sama-sama saja nanti," tandasnya.

Selain bertemu dengan Kapolri dan para penyidik, TPF juga akan bertemu dengan tokoh LSM yang bergerak dalam upaya pemberantasan korupsi pada pukul 10.00 dan dilanjutkan bertemu dengan redaktur media massa pada malam harinya.