KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Nama SBY Disebut Dua Kali, RI 1 Sekali
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Selasa, 3 November 2009 | 15:18 WIB
RUMGAPRES/ABROR RIZKI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (30/10) sore di Kantor Presiden memberikan penjelasan terhadap isu yang saat ini sedang mengemuka berkaitan dengan penahanan dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketika file keempat dari rekaman yang diduga berisi upaya pelemahan KPK diperdengarkan, beberapa kali "SBY" disebut. Dua kali disebut sebagai "SBY", sekali disebut "RI 1". Ketiganya mengacu pada nama seseorang.

Dalam file yang dikategorikan KPK sebagai "percakapan antara Anggodo Widjojo dan seorang perempuan bernama Yuliana" ini, perempuan tersebut menyebutkan nama SBY. "SBY mendukung Ritonga (Abdul Hakim Ritonga, Wakil Jaksa Agung)...." "SBY mendukung kita...."

Sementara itu, istilah RI 1 disebutkan sekali dalam file percakapan "Anggodo dengan seseorang". "Untuk menjaga ketidaklangsungan B1 dengan RI 1..."

Sebelum rekaman diperdengarkan pertama kali di MK, transkrip yang beredar di kalangan media juga memuat nama SBY. Penyebutan nama ini berujung pada instruksi presiden kepada Polri untuk mencari perempuan yang dituduh mencatut namanya.

Editor: wsn Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.