Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:53 WIB
Menkominfo Apresiasi Permintaan Maaf Kapolri
Wahyu Satriani Ari Wulan | wsn | Selasa, 3 November 2009 | 11:34 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Warga melintas di samping mural berisi ajakan antikorupsi di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (02/11). Perlawanan terhadap koruptor disuarakan oleh berbagai kalangan yang peduli terhadap penegakan hukum.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menkominfo Tifatul Sembiring mengapresiasi permintaan maaf Kapolri Bambang Hendarso Danuri kepada masyarakat terkait istilah "buaya dan cicak" yang diartikan sebagai gambaran rivalitas kepolisian vs KPK.

"Orang kan minta maaf. Kami apresiasi. Jangan orang minta maaf ditekan terus, itu tidak layak juga. Baru sekali ini saya dengar Pak Kapolri melakukan permintaan maaf secara resmi," ujar Tifatul di sela-sela rapat dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11).

Menurutnya, Kapolri telah meminta maaf kepada masyarakat dan mengharapkan agar media tidak lagi mengembangkan istilah yang pertama kali dilontarkan oknum Polri itu. "Itu bukan permintaan. Beliau (Kapolri) mohon istilah itu tidak dikembangkan lagi, cicak dan buaya itu. Kalau itu tidak dipenuhi ya terserah, namanya juga orang minta maaf. Kalau saya orang minta maaf ya dimaafkan," tuturnya.