JAKARTA,KOMPAS.com - Masalah pemondokan jemaah haji di Mekkah, Arab Saudi, hingga kemarin belum tuntas. Masih ada sekitar 1.100 anggota jemaah lagi yang membutuhkan pemondokan baru karena rumah yang telah disewa pemerintah tidak memiliki tangga darurat.
Demikian dikatakan Kepala Daerah Kerja Mekkah Subakin Abdul Muthalib, Senin (2/11) di Mekkah, yang dihubungi Kompas dari Jakarta.
”Kami sedang mengupayakan mencarikan rumah baru sebagai pengganti rumah yang tidak dilengkapi tangga darurat. Dalam waktu dekat ini, ya minggu inilah, masalah rumah itu harus sudah selesai,” ujarnya.
Pencarian rumah pengganti baru dilakukan di wilayah ring I yang jaraknya tidak lebih dari 2 kilometer dari pelataran Masjidil Haram. ”Rumah-rumah masih tersedia. Kami sedang mencarinya. Kami upayakan tetap berada di lingkungan maktab yang sama (yang digantikan),” katanya.
Sejak Pemerintah Arab Saudi menetapkan aturan baru yang mewajibkan adanya tangga darurat bagi rumah yang memiliki lebih dari empat lantai, hal itu membawa persoalan baru. Sebab, banyak rumah yang telah disewa tidak memiliki tangga darurat. Jika rumah tidak dilengkapi tangga darurat, kapasitasnya harus dikurangi 30 persen. Terkait mahalnya harga rumah pengganti, Subakin mengatakan masih dalam plafon yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, sekitar 2.500 riyal per orang.
Sejak 1 November, jemaah haji Indonesia mulai memasuki kota Mekkah. Hingga Senin kemarin, jumlah anggota jemaah Indonesia di Mekkah sekitar 6.000 orang. Saat ini jemaah haji tengah melakukan umrah. Transportasi dari pemondokan ke Masjidil Haram pergi-pulang dilayani kendaraan yang disiapkan perusahaan angkutan Abu Sarhad.
Sesuai kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Abu Sarhad, kendaraan yang disediakan untuk jemaah haji sebanyak 315 unit. Namun, saat ini yang baru dioperasikan 18 unit. ”Kendaraan itu disiapkan secara berangsur sesuai kedatangan jumlah jemaah di Mekkah,” kata Subakin.
Menurut informasi dari Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama A Ghofur Djawahir, Senin, jemaah haji Indonesia sudah memasuki Mekkah sejak hari Minggu.
Lima orang meninggal
Berdasarkan data yang diterima Departemen Agama, hingga kemarin, lima anggota jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Madinah, di antaranya Siti Hajar (60) dari embarkasi Batam, Nagoru Boru Siregar (80) asal embarkasi Medan, dan Supriati Ahmad Sair (49) asal Cianjur. Mereka meninggal karena terkena serangan jantung.
Menteri Agama Suryadharma Ali, Senin, meninjau persiapan keberangkatan jemaah haji kelompok terbang 35/Klaten di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.(SSD/NTA/CHE/EKI)

