Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:53 WIB
Investasi Sawit di Jabar Rp 1,7 Triliun
Gregorius Magnus Finesso | made | Senin, 2 November 2009 | 21:57 WIB
|
Share:

BANDUNG, KOMPAS.com — Investor asal Malaysia segera menanamkan modalnya senilai Rp 1,7 triliun untuk membuka perkebunan dan pembangunan pabrik pengolahan sawit di Jawa Barat bagian selatan. Kawasan yang akan dipakai untuk perkebunan sawit berada di wilayah Garut selatan, Tasikmalaya selatan, dan Ciamis selatan.

Iwa Karniwa, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jabar, Senin (2/11) di Bandung, mengatakan rencananya bahwa realisasi investasi asal Malaysia akan dilakukan pada 2009-2014. Sawit akan menggunakan lahan yang selama ini tidak produktif.

Menurut Iwa, cukup banyak lahan yang kurang produktif, terutama di Jabar bagian selatan. Hanya, untuk mengoptimalkan lahan tidur tersebut, dibutuhkan investasi yang tidak kecil.

Masuknya investor asal Malaysia dinilai akan menjadi proyek rintisan guna mendongkrak nilai tambah pada lahan di Jabar selatan. Pembangunan perkebunan kelapa sawit yang padat karya juga diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga menguntungkan masyarakat setempat. Malaysia merupakan salah satu investor terbesar di Jabar, bahkan termasuk lima besar penanam modal.

Investasi di sektor perkebunan kelapa sawit dinilai tepat, mengingat konsumsi minyak mentah akan mencapai 5,6 juta ton pada 2010. Penggunaan terbesar pada industri minyak goreng (51 persen), industri margarin dan shortening (37 persen), sabun mandi (3 persen), serta sabun cuci (1 persen).

Iwa menuturkan, krisis ekonomi global yang semula diperkirakan menghambat arus investasi ke Jabar ternyata tidak terbukti. Menurut dia, hingga kini, cukup banyak investor yang melirik Jabar. "Selain sektor agrobisnis, investasi yang diminati oleh investor di Jabar adalah industri alas kaki," katanya.

Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf siap mendukung kerja sama perdagangan dan membuka kesempatan kepada investor asing dalam menanamkan modal. Pemprov Jabar memiliki banyak wilayah yang masih potensial di sektor agrobisnis, terutama di wilayah selatan.

Kepala Seksi Produk Primer Dinas Perkebunan Jabar Iyus Supriatna mengatakan, investasi perkebunan sawit di Jabar memang terus berkembang, terutama dalam tiga hingga empat tahun terakhir. Saat ini, lahan sawit di Jabar sekitar 11.000 hektar, yang dimiliki oleh beberapa perusahaan dalam negeri.

"Produktivitas juga cukup bagus, sekitar 25 tandan buah segar per hektar per tahun. Namun, angka itu masih di bawah produktivitas lahan di Sumatera, 35 tandan buah segar per hektar per tahun," katanya.

Menurut Iyus, produktivitas perkebunan sawit di Jabar bagian selatan masih bisa ditingkatkan dengan pembuatan saluran irigasi dan pengairan yang berkelanjutan. Ia juga mengatakan bahwa lahan sawit paling cocok ditanam di kawasan yang memiliki tingkat curah hujan tinggi dengan lama musim kemarau hanya dua bulan.