PAMEKASAN, KOMPAS.com - Puluhan aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Pulau Madura, Jatim, Senin, menyatakan dukungannya terhadap dua orang Wakil Ketua KPK nonaktif Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto.
Bentuk dukungan terhadap kedua Wakil Ketua KPK nonaktif ini dilakukan dengan cara menggelar aksi di area monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan.
"Kami menilai, penonaktifan kedua Wakil Ketua KPK ini sebagai upaya untuk melemahkan peran KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini," kata mantan ketua Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Madura (Unira) Pamekasan, yang juga koorlap aksi mahasiswa Madura, Alan Kaisan.
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan diri Gerakan Mahasiswa Cinta Madura menilai, perseteruan antara polisi dan KPK tidak seharusnya terjadi, karena kedua institusi tersebut sama-sama merupakan aparat penegak hukum. "Jika aparat penegak hukum saja sudah berseteru, kapan supremasi hukum di negeri ini bisa ditegakkan," kata Alan Kaisan menegaskan.
Aksi yang akan digelar di sekitar monumen Arek Lancor Pamekasan ini mulau pukul 09:00 WIB. Para demonstran semuanya memakai pakaian yang serba berwarna hitam. Menurut Alan Kaisan, itu dilakukan sebagai perlambang bahwa mahasiswa di Madura saat ini sedang berduka atas matinya supremasi hukum di negeri ini.

