PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan (BKKP) Pangkalbalam, Provinsi Bangka Belitung (Babel), meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak menjelang Idul Adha 1430 Hijriah.
Kepala BKKP Pangkalbalam Azmal di Pangkalpinang, Sabtu (31/10) mengatakan pengawasan lalu lintas ternak dalam upaya mencegah masuk dan menyebarnya virus maupun penyakit ternak ke daerah ini. "Menjelang Idul Adha ternak yang masuk ke Babel akan meningkat, karena sekitar 95 persen kebutuhan masyarakat akan daging sapi dan ayam dipasok dari luar provinsi seperti Madura, Lombok, dan Sumatera," katanya.
Ia mengatakan untuk mencegah masuknya berbagai virus maupun penyakit bawaan, pihaknya telah menempatkan petugas karantina di masing-masing pelabuhan dan bandara di Bangka Belitung seperti Pelabuhan Pangkalbalam, Pelabuhan Mentok, Pelabuhan Tanjungpandan (Belitung), dan Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
"Petugas itu akan melakukan pemeriksaan kesehatan ternak dan kelengkapan dokumen seperti surat keterangan sehat dari daerah asal ternak tersebut," katanya.
Menurut dia, apabila pemasok hewan tidak memiliki dokumen kesehatan ternak dari daerah asalnya, petugas akan menahan hewan itu.
Ia mengatakan ternak yang tidak memiliki dokumen akan ditahan di karantina selama 14 hari sambil menunggu pemilik ternak melengkapi dan mengurus dokumen kesehatan ternaknya. "Apabila pemilik ternak tidak juga melengkapi dokumen kesehatan ternak dari karantina asal ternak, pihak karantina akan memusnahkan ternak yang tidak dilengkapi dokumen tersebut," katanya.
Selain menahan di karantina, pihaknya juga mengambil contoh darah ternak itu untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium guna mengetahui apakah mengidap penyakit yang menbahayakan atau tidak seperti flu burung dan virus H1N1. "Apabila dari contoh darah ternak itu ditemukan virus atau penyakit pada sapi, petugas akan memusnahkan ternak tersebut," katanya.

