Selasa, 29 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 29 Mei 2012 | 05:24 WIB
Kasus Bibit dan Chandra Ramai Dibahas di Facebook
R Adhi Kusumaputra | ksp | Jumat, 30 Oktober 2009 | 20:19 WIB
|
Share:

(AFP/Loic Venance)
Legions of Facebook users united in protest, demanding that the world's most popular social-networking service undo recent changes to its home page. A "Change Facebook Back to Normal" group at the website claimed slightly more than a million members as once again, Facebook's penchant for change triggered ire among users that prefer things remain the same.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Penahanan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah, ramai dibahas di jejaring sosial Facebook. Umumnya para pengguna Facebook menulis status mereka tentang penahanan Bibit dan Chandra, penjelasan Presiden SB Yudhoyono, dan penjelasan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri yang disiarkan langsung televisi.

Sebuah grup dibuat untuk mendukung Bibit dan Chandra, yaitu "Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Bibit dan Chandra". Jumlah pendukungnya mencapai puluhan ribu dan terus bertambah.

Berbagai status para "Facebooker" yang ditulis telah mengundang banyak komentar pengguna Facebook lainnya. Umumnya komentar-komentar itu bernada sinis terhadap langkah Polri yang sudah menahan dua pimpinan KPK. Komentar-komentar lainnya dikait-kaitkan dengan Presiden SB Yudhoyono.

Pengaruh jejaring sosial Facebook dan juga Twitter sangat besar dan meluas. Status yang ditulis para pengguna Facebook dan Twitter dengan cepat dibaca ribuan orang dalam hitungan detik. Status yang ditulis biasanya mendapat komentar dari teman-teman sesama "Facebooker".

Advertorial
»