Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:28 WIB
ICW: Pimpinan KPK Jangan Mundur
Rosdianah Dewi | Edj | Jumat, 30 Oktober 2009 | 17:48 WIB
|
Share:

PERSDA/BIAN HARNANSA
Sejumlah sejumlah pegiat antikorupsi dengan memakai kostum binatang seperti gorila, harimau, kelinci, beruang dari Dewan Petimbangan Binatang mendatangai kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (13/9) Aksi parodi mengenai terancamnya Pengadilan Tipikor dan KPK. 'Binatang' juga ikut prihatin atas upaya pelemahan Pengadilan Tipikor dan KPK. Berama-ramai mereka curhat dan menyampaikan petisi ke perwakilan Koalisi Penyelamat Pemberantasan Korupsi.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam menghadapi kasus kriminalisasi yang sedang dialami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lima pimpinan KPK harus lebih solid dan tetap menjalankan tugas tanpa takut ancaman kriminalisasi yang kemungkinan mereka terima. "Pimpinan KPK seharusnya jadi lebih kuat dan solid karena KPK sedang diserang habis-habisan," ucap Koordinator Bidang Hukum, Indonesia Corruption Watch, Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (30/10).

Ia menuturkan, lima pucuk pimpinan KPK harus tetap menduduki jabatannya dan jangan pernah berniat untuk mengundurkan diri. "Jangan ada yang mundur, harus saling mendorong. Kalau ada yang menghalang-halangi baru diminta mundur," kata dia.

Selain itu, lanjut Febri, pimpinan KPK tetap harus memberikan rekaman yang berisi rencana kriminalisasi dua pimpinan KPK (nonaktif), Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah. KPK tidak perlu merasa khawatir akan dikriminalisasi jika memberikan rekaman tersebut. "Kalau KPK memberikan bukti rekaman tanpa perintah ada kemungkinan akan dikriminalisasi, tapi ini kan ada perintah dari MK," kata Febri.

Lebih jauh, Febri mengatakan, prediksi Presiden bahwa KPK akan kuat jika KPK dipimpin oleh lima orang pimpinan ternyata salah. Hingga sebulan penetapan para pimpinan sementara, KPK belum dapat berbuat banyak dalam mengusut kasus korupsi. "Presiden beranggapan kalau lima lebih kuat, tapi dalam sebulan apa yang sudah ditangani," kata dia.